Kabar itu beredar di kalangan wartawan di sela proses autopsi di RS Bhayangkara Semarang, Jl. Brigjen Katamso, Minggu (11/7/2010) malam. Disebutkan, di ponsel korban terdapat sms berupa ancaman agar tidak mengganggu istri kakak (yang diduga pelaku pembacokan).
Beredar juga informasi bahwa saksi mata telah diamankan polisi, sehingga wartawan kesulitan mengkroscek insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah 2 orang, berambut pendek, dan berkulit sawo matang. Usai membacok korban, mereka langsung melarikan diri dengan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valid tidaknya informasi itu belum terkonfirmasi. Pasalnya, sejauh ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan.
Sementara itu, hingga tengah malam ini, jenasah korban masih berada di RS Bhayangkara. Belum ada tanda-tanda jenasah akan dibawa ke rumah duka, Madiun, Jawa Timur (sebelumnya ditulis Kediri, Jawa Timur). Padahal sebuah ambulans telah disiapkan beberapa jam sebelumnya.
(try/irw)










































