Dikutip dari reuters, Minggu (11/7/2010), hujan yang turun berhari-hari telah membuat banjir dan tanah longsor di lokasi tersebut.
Pemerintah setempat mengatakan, sejak bulan Juli mulai bergulir, lebih dari 17 juta orang di sembilan provinsi di China menjadi korban.
Belum lagi, kerugian harta benda. Tercatat 42 ribu rumah roboh serta 121 ribu lainnya rusak parah. Ratusan ribu hektar tanaman hancur.
Bila diestimasikan, pemerintah China membutuhkan dana hampir US$ 3 miliar untuk merahabilitasi wilayahnya akibat bajir. Sementara hujan lebat dan angin kencang diprediksi masih terus berlanjut mulai awal pekan mendatang.
Pada bulan Juni, efek dari hujan di China lebih buruk. Hampir 400 penduduk tewas kala itu.
(irw/irw)











































