Peeping Tom, Dulu Mengintip Sekarang Ditambah Merekam

Direkam Saat Pipis di Mal

Peeping Tom, Dulu Mengintip Sekarang Ditambah Merekam

- detikNews
Minggu, 11 Jul 2010 09:34 WIB
Peeping Tom, Dulu Mengintip Sekarang Ditambah Merekam
Jakarta - Perekam artis Feby Febiola saat buang air kecil di mal bisa mempunyai berbagai motif. Si perekam bisa mempunyai motif finansial hingga mengidap penyimpangan seksual, peeping tom!

"Itu mesti dipikirkan tujuannya, motifnya. Untuk diedarkan, bisnis, cari keuntungan finansial, atau kelainan, mesti dibuktikan," ujar praktisi dan penulis artikel kesehatan masyarakat dr Handrawan Nadesul ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (11/7/2010).

Jika si perekam mengidap kelainan seksual, kelainan itu disebut peeping tom. Yaitu, terpuaskan hasrat seksualnya dengan mengintip orang telanjang, berhubungan intim dan sebagainya yang berbau porno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peeping tom, penyakit suka ngintip. Itu penyimpangan seksual. Dia terpuaskan kalau dia mengintip atau menonton orang lain melakukan hubungan (seksual). Seperti mengintip orang mandi, mencuri pandang (obyek pornografi)," jelas Handrawan.

Dia menambahkan, orang yang menderita kelainan seksual seperti itu memang tidak diketahui persis jumlahnya. Hanya saja, perkembangan teknologi yang pesat membuat pengidap peeping tom ini semakin tersorot.

"Kalau dulu hanya ngintip orang mandi, sekarang dengan alat elektronik yang canggih, kamera kecil tersembunyi hal itu (mengintip) bisa dilakukan," tutur Handrawan.

Seseorang bisa mengidap penyimpangan seksual ini karena berbagai faktor, mulai dari teknologi, faktor kebiasaan, lingkungan pergaulan dan sebagainya.

Biasanya pelaku baru menyadari jika perbuatannya ketahuan. Jika tidak, si pengidap penyimpangan seksual ini akan terus beroperasi dan menganggap penyimpangan itu adalah kekurangannya.

"Setelah ketahuan, ajaklah dia berobat. Melalui terapi kejiwaan, seperti hipnoterapi, mengangkat alam bawah sadarnya," kata dia.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads