"Kejadiannya 5 sampai dengan 10 menit. Jadi memang sudah terlatih (penganiaya) ya," kata TR saat ditemui wartawan di Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2010) malam.
Saat pelaku mengeluarkan samurai, TR mengaku langsung merasa peristiwa itu bukan kecelakaan biasa. "Ini berarti sudah direncanakan. Kalau kecelakaan lalu lintas enggak mungkin ada samurai. Berarti ada yang enggak beres," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku itu masih pegang samurainya. Saya tabrak. Tiga motor kabur, yang 1 ketinggalan karena dia nunggu yang jatuh ini. Tapi saya setengah hati enggak benar-benar nabrak. Yang penting dia lumpuh aja, terluka saja biar enggak jadi ada pembunuhan," tutupnya.
TR saat ditemui wartawan memberikan keterangan yang berubah-ubah. Awalnya dia mengaku diperiksa pada Sabtu siang sejak pukul 11.30-15.30 WIB di sekitar RS Asri tempat Tama dirawat. Namun belakangan dia mengaku diperiksa di Mapolres Jaksel.
Beberapa kali, TR dalam wawancara juga menerima panggilan telepon. Kata-kata 'Siap Ndan', yang diduga kuat merujuk kepada kata komandan dia sebutkan beberapa kali.
(ndr/nwk)











































