"Pak Prabowo itu orang baik, cuma orang di sekelilingnya hanya mementingkan eksistensi sendiri dengan pembekuan DPD HKTI Jatim dan mengangkat panpel dari orang luar," kata Ketua DPD Jawa Timur, Heri Suginaryo, yang kepengurusannya dibekukan oleh DPN HKTI, karena dianggap tak loyal kepada Prabowo Subianto dalam jumpa pers di DPP PPD, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/7/2010).
Menurut Heri, banyak cara dan upaya yang dilakukan pengurus pusat HKTI justru kontra produktif dengan langkah Prabowo sebagai Ketua Umum. Di antaranya langkah pembekuan kepengurusan DPD HKTI Jawa Timur, serta penetapan panpel Munas HKTI di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menjelaskan, selama ini DPN HKTI dianggap tidak memiliki program kerja yang jelas. Akibatnya, banyak DPD HKTI di sejumlah daerah tidak memiliki aktivitas, termasuk di tingkat kabupaten dan kota. Padahal, banyak pemerintah daerah mengundang HKTI untuk membicarakan kebijakan-kebijakan di daerah, walau sekadar memberikan masukan saja.
Oleh karena itui, Heri berharap dalam Munas HKTI mendatang muncul figur yang lebih aplikatif, mudah dihubungi petani dan banyak memiliki program kerja, termasuk ke daerah.
"Mau berlatar belakang parpol atau bukan, yang penting bisa dekat dengan petani, memiliki program. Sama seperti Indonesia yang beraneka ragam agama, kan tetap bisa rukun dan bekerja," tegasnya.
Untuk diketahui, dalam Munas HKTI mendatang sudah muncul para kandidat Ketua Umum, di antaranya Prabowo Subianto. Muncul juga Titiek Soeharto, Jafar Hafsah (PD), Oesman Sapta Odang (Ketum DPP PPD). Terakhir ada kabar, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pun akan ikut meramaikan bursa ini.
(mpr/rdf)











































