"Saya kira nggak (sesat), oke-oke saja. Zaman Walisongo saja pakai wayang sebagai media dakwahnya, nggak ada masalah," ujar Menag usai melayat Ibunda Hatta Rajasa, di rumah duka komplek River Park GH 4, Nomor 15, Sektor 8, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (9/7/2010).
Menag mengatakan, jika ajaran ESQ Ary Gianjar sesat, maka masyarakat Indonesia dulu yang pertama bereaksi.
"Karena ini sudah lama sekali. Kita dulu yang bereaksi bukan negara lain," tegasnya.
Politisi PPP ini juga menilai, ESQ Ary Ginanjar cocok untuk para Muslim dan non Muslim.
"Dengan demikian, tidak saja memberikan penerangan tentang Islam kepada masyarakat yang beragama Islam, yang di luar Islam juga menggunakan metode ini," tutup Menag.
Ajaran ESQ Ary Ginanjar dianggap sesat oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia karena dipandang banyak yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Mufti juga menganggap ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al Quran dan As Sunnah secara bebas. Wilayah Persekutuan meliputi Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan.
(nik/fay)











































