Klaas Carel Faber, di tahun 1940 secara sukarela bergabung dengan tentara SS, dan terus merangkak naik menjadi tentara Nazi dan ditugaskan sebagai perwira polisi untuk SD rahasia.
Pada 1947, ia dituduh membunuh 22 orang dan dihukum mati. Kemudian hukuman itu diringankan menjadi penjara seumur hidup, tapi ternyata itu tidak membuat Faber jera.
Pada tahun 1952 ia melarikan diri ke Jerman dari penjara Breda, Belanda. Faber mendapat pekerjaan di pabrik Audi Ingolstadt, dan selama bertahun-tahun bekerja sebagai juru tulis kantor.
Tentu saja, kita bertanya-tanya bagaimana caranya pelarian penjahat perang bisa mendapatkan pekerjaan, apalagi di perusahaan ternama seperti Audi. Apalagi Faber merupakan orang kelima yang paling dicari sebagai buronan Nazi dan dimasukkan oleh Simon Wiesenthal Center di daftar penjahat Nazi yang paling penting yang masih buron.
Meskipun panggilan untuk mengekstradisi Faber datang berulang-ulang dari Inggris maupun negara-negara lainnya, Faber tetap diizinkan untuk bekerja dan tinggal di Jerman selama masa-masa perang.
Tampaknya, Faber dilindungi oleh undang-undang yang diadopsi oleh Hitler sendiri pada tahun 1943 dan tidak pernah dicabut. Menurut aturan yang disebut Fuhrer Law, setiap sukarelawan Nazi asing akan diberikan kewarganegaraan Jerman.
Pekan lalu, Jerman mengumumkan Faber yang kebal dari penuntutan dan ekstradisi atas kejahatannya yang diklasifikasikan sebagai pembunuhan pada tahun 2006 oleh jaksa Jerman, telah mencapai batas waktu.
"Klaas Faber adalah warga negara Jerman dan tidak dapat diekstradisi untuk ini," kata seorang pejabat Jerman kepada The Sun seperti dilansir Autoevolution, Jumat (9/7/2010).
Dan sekarang Faber menikmati masa tuanya setelah pensiun. Faber sehari-harinya berkeliling kota mengendarai Volkswagen Golf.
(ddn/fay)











































