Komnas HAM: Ini Kejahatan Terorganisir dan Profesional

Komnas HAM: Ini Kejahatan Terorganisir dan Profesional

- detikNews
Jumat, 09 Jul 2010 15:23 WIB
Jakarta - Penganiayaan aktivis ICW dinilai sebagai ancaman atas demokrasi. Juga intimidasi bagi orang-orang yang hendak membuka kebenaran. Komnas HAM pun merasa prihatin atas peristiwa yang menurutnya hanya bisa dilakukan oleh organisasi profesional dan terencana itu.

"Nyata-nyata ini terjadi dalam bentuk yang sangat serius. Tindakan ini sangat brutal, di luar batas kemanusiaan, ditujukan untuk mengancam kepada mereka yg berani mengungkap korupsi dan sebagainya, " kata Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim di kantornya, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2010).

Menurut Ifdal tindakan tersebut dilakukan secara terorganisir, profesional dan terencana. Bila tidak dituntaskan, Ifdal takut kejadian serupa akan dialami oleh aktis atau jurnalis lainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan brutal itu terorganisasi, terencana dengan baik dan dilakukan secara profesional. Kalau dibiarkan dan lolos, besok akan ada aktivis HAM, jurnalis akan memperoleh (perlakuan)seperti itu," imbuhnya.

"Siapa mereka? Sekarang sudah banyak sekali yang bisa melakukannya, bukan hanya negara. Banyak organisasi yang dapat melakukan hal yang sama dengan polisi. Kita menginginkan penyelidikan yang tuntas. Biar publik tidak menduga-duga dengan tuduhan macam-macam," ucap Ifdal.

Karenanya, Komnas HAM mendesak polisi untuk mengusut dan mengungkap pelaku pembacokan tersebut. Komnas HAM sangat prihatin bila polisi berkelit dengan alasan tidak ada saksi mencukupi.

"Kami meminta perhatian Kapolri untuk segera mengungkap kasus ini dengan gamblang melalui penyelidikan independen dan mempresentasikan ke publik. Polisi tidak perlu ragu siapapun yang terlibat yang dibelakang kasus ini. Kami pihatin bila polisi merasa kesulitan karena minimnya saksi. Polisi mempunyai infrastruktur memadai untuk mengungkap. Bom Bali saja bisa apalagi ini," desak Ifdal.

(Ari/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads