Satpol PP Pemkot Surakarta memastikan akan memborong peluit pada bulan Juli ini. Peluit-peluit ini akan dibagikan kepada seluruh personel Satpol PP di bawah kendali Pemkot Surakarta.
"Kami akan membelikan peluit bagi para anggota. Peluit ini bagi kami senjata yang jauh lebih bermanfaat dibanding senjata api. Selain itu juga sangat murah. Kami hanya menganggarkan Rp 1 juta untuk pengadaan peluit logam agar lebih awet," ujar Kepala Kantor Satpol PP Pemkot Surakarta, Hasta Gunawan, Jumat (9/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senjata pentungan yang semula dimiliki Satpol PP telah digudangkan. Selanjutnya pentungan-pentungan itu dibagi-bagikan anggota Linmas atau Hansip di tiap kelurahan yang dinilai lebih membutuhkan pentungan untuk menjaga kampung.
Dengan peluit, lanjut Hasta, petugas Satpol PP bisa mengatur parkir kendaraan di kantor-kantor pemerintahan. Dengan peluit pula, Satpol PP memperingatkan pengemis atau pengamen yang mengganggu lalu-lintas di jalanan atau menertibkan pedagang kaki lima yang menggelar dagangan di area larangan.
"Pendek kata peluit adalah senjata multifungsi yang paling dibutuhkan bagi kami," ujarnya.
Selain akan membeli peluit, Satpol PP Pemkot Surakarta juga akan membeli beberapa bilah tombak. Fungsinya adalah untuk perlengkapan penjagaan di rumah dinas wali kota dan wakil walikota. Penggunaan tombak itu akan diserasikan dengan seragam petugas. Satpol PP yang tertugas di kedua tempat itu akan mengenakan seragam ala prajurit kraton Jawa untuk menampilkan kesan Solo sebagai pusat budaya Jawa.
(mbr/fay)











































