Juru bicara Hizbullah, Ibrahim Moussawi mengutuk teror intelektual yang ditandai dengan pemecatan seorang jurnalis, Octavia Nasr dari CNN, setelah ia mengekspresikan kesedihannya atas kematian Fadlallah.
"Langkah ini menunjukan standar ganda yang dilakukan oleh pihak barat serta topeng Amerika Serikat yang berpura-pura untuk melindungi kebebasan berpendapat," kata Ibrahim seperti yang dilansir AFP, Jumat (9/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pesan di twitternya itu, Nasr dikeluarkan dari CNN. Kepala Pemberitaan Internasional CNN, Parisa Khosravi mengatakan bahwa mereka sudah membicarakan hal ini. Kemudian diputuskan, Nasr harus meninggalkan CNN.
(anw/anw)










































