"Kita segera akan melakukan operasi pemberantasan pengemis. Razia akan kita fokuskan kepada mereka menggendong anak balita sambil mengemis," ujar Kasatpol PP DKI Effendi Annas saat dihubungi detikcom, Kamis (8/7/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Efan ini, ada indikasi mereka yang menggunakan balita memberi obat tidur kepada balitanya saat sedang mengemis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dugaan menggunakan obat tidur, balita yang kerap dibawa oleh pengemis juga diduga bukan balita milik pengemis yang bersangkutan tetapi balita sewaan.
"Dugaan lainnya balita yang digunakan untuk mengemis bukan balitanya sendiri melainkan balita sewaan," tambah orang nomor satu di Satpol PP DKI ini
Selain pengemis yang menggendong balita, Satpol PP juga akan melakukan operasi kepada sindikat pengemis yang memanfaatkan anak-anak.
"Kita juga akan merazia sindikat eksploitasi anak, modus mereka menyuruh anak-anak di bawah umur untuk mengemis atau mengamen, kemudian mereka mengawasi dari kejauhan. Ini akan kita bidik juga," katanya.
Efan belum bisa memastikan kapan pelaksanaan operasi tersebut mulai dilakukan, tetapi dalam operasi tersebut Satpol PP akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, Dinas Sosial dan juga Dinas Kesehatan Pemprov DKI.
"Setiap anak dan balita yang nantinya terjaring akan diperiksa kesehatannya, lalu akan diberi pengobatan. Sedangkan para pelaku eksploitasi yang terbukti memberikan obat tidur dan menyewakan akan diserahkan kepada pihak kepolisian," tutupnya
(her/anw)











































