"Begitu kami jatuh, 2 orang yang mepet itu jatuh, lalu ada Avanza dari arah belakang ambil posisi parkir. Dari arah mobil ada 2 orang yang mendekati yang berjalan ke arah Tama. Saya pikir mau menolong tapi ternyata mau menganiaya," jelas Khadafi di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Kamis (8/7/2010).
Namun karena situasi yang serba cepat ditambah pula baru jatuh dari motor, Khadafi tidak yakin apakah dua penyerang itu turun dari mobil Toyota Avanza atau bukan. Namun dia hanya yakin penyerang datang dari arah mobil itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi mungkin dia ingin menghilangkan pikiran itu," ujarnya.
Tama kemudian mengontak teman-temannya. Akhirnya keduanya pun sampai di Jl Banda. Sampai di sana, teman-teman Tama sudah menunggu di dalam. Tidak ada rasa curiga apapun yang timbul saat itu. Keduanya pun nonton bareng piala dunia bersama teman-teman Tama.
"Setelah pertandingan bola selesai, saya keluar untuk merokok. Tama mengobrol di dalam. Di luar saya tidak melihat ada yang mencurigakan," ungkapnya.
Tak lama, Khadafi dan Tama pun pulang. Perjalanan pulang melewati perjalanan yang sama saat berangkat ke Kemang tadi. Setelah sampai di perempatan Duren Tiga, suasana lalu lintas memang terasa agak sepi. 500 meter dari perempatan, Khadafi dan Tama merasa ada yang mengikuti mereka.
"Saat itu kami berpikir itu orang lain yang sedang beraktivitas. Kemudian Tama mulai merasa," katanya.
Khadafi mengatakan, tiba-tiba satu motor memepet motor mereka dari arah kanan. Kemudian dua pria tersebut memotong jalan sehingga Tama yang mengendarai motor tak bisa mengelak karena di sebelah kiri juga ada motor.
"Setelah tabrakan, kita jatuh terseret. Tama agak ke sana dan saya ada di belakang," imbuhnya.
Menurut Khadafi, saat terjatuh, matanya berkunang-kunang dan mendengar suara teriakan Tama. Dari arah belakang, ada mobil Toyota Avanza yang parkir di depan lokasi jatuhnya Tama. Dari arah yang sama dengan mobil, keluar 2 orang yang berjalan mendekati Tama. Keduanya mengenakan jaket hitam lalu menganiaya Tama dan melepas paksa helm Tama.
"Kemudian ada benda dikeluarkan dari jaket cepat sekali kejadiannya. Tama tak diberi kesempatan," tukasnya.
Setelah menganiaya, 4 pria dan mobil Avanza melaju kencang. Khadafi dan Tama pun mengambil posisi kiri untuk menenangkan diri. Lalu ada pengendara motor lain yang datang dan menawarkan bantuan. Tama kemudian mau tak mau menerima tawaran pengendara motor tersebut karena sudah berlumuran darah. Sedangkan mobil Avanza juga balik lagi, namun Tama memilih naik motor.
"Sedangkan saya naik taksi sesaat setelah Tama pergi dengan pengendara motor. Saya langsung ke rumah sakit," tegasnya.
(gus/fay)











































