"Tabung gas itu bukan bom," kata JK saat memberikan kuliah umum tentang kemanusiaan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/7/2010).
Ia menegaskan tidak ada satu pun kasus ledakan yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas 3 kg. Ledakan disebabkan karena kebocoran pada selang dan regulator tabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, kebocoran selang dan regulator disebabkan kelalaian pemakai. Kelalaian itu adalah belum digantinya dua komponen itu sejak tabung gas program konversi itu dibagikan 3 tahun lalu.
JK menjelaskan, menurut data hitungan media massa, terjadi 36 kali ledakan yang terkait tabung gas 3 kg dalam kurun waktu 3 tahun. Dengan asumsi jumlah tabung saat ini sebesar 70 juta, maka perbandingan ledakan adalah 1:2 juta tabung.
"Sedangkan 60 persen kebakaran per tahun itu disebabkan korsleting listrik," ujarnya.
(lrn/irw)










































