"Baru kali ini, pihak kami mengalami penganiyaan fisik secara langsung. Kami mengecam keras atas penganiayaan fisik ini baik terhadap saudara Tama S Langkun maupun aktivis prodemokrasi lainnya," kecam Koordinator ICW Danang Widoyoko.
Danang mengatakan itu dalam jumpa pers di kantor ICW, Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2010).
Bambang menilai, penyerangan menunjukkan lemahnya sistem perlindungan pemerintah dan lemahnya pembangunan kekuatan antikorupsi.
"Bagi kami kejadian ini adalah bentuk perlawanan tehadap upaya pemberantasan korupsi," tegasnya.
Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki mengatakan, penyerangan Tama merupakan upaya teror fisik untuk membangun rasa takut. Meski demikian, pihaknya tidak akan takut untuk mengungkap korupsi.
"Ini harus dibongkar oleh kepolisian terhadap pihak-pihak yang terganggu sehingga melakukan kekerasan seperti ini," katanya.
Sementara Koordinator Kontras Usman Hamid menambahkan, penyerangan Tama merupakan teror politik. "Peristiwa ini terlalu dekat dengan teror molotov dan juga persoalan rekening pati. Hampir mustahil menghindari dugaan itu," jelasnya. (nik/fay)











































