Sebelumnya, massa SRMI menggelar aksi long march dari Lapangan Merdeka, Jl.Balai Kota menuju Kantor Gubernur Sumut di Jl. Diponegoro Medan, Kamis (8/7/2010).
Aksi demonstrasi ini didahului long march sekitar dua kilometer dari Lapangan Merdeka, Jl. Balai Kota. Sambil membawa poster dan spanduk kecaman, massa menyatakan kenaikan TDL akan memperparah kondisi ekonomi rakyat yang kini kian terpuruk. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SRMI Sumut, Rahmad Dian Harahap menyatakan, kenaikan TDL hanya akan menambah catatan panjang warga miskin di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang ibu yang ikut dalam unjukrasa, Helmi Tanjung (49), sempat jatuh lemas saat aksi berlangsung. Warga Jl. Langgar Ujung ini tidak kuasa menahan kesedihan karena kesulitan membiayai delapan anaknya.
"Saya hanya tukang cuci. Suaminya saya jual kerupuk keliling. Bagaimana kami membiayai pendidikan anak, jika beban makin berat" kata Helmi sambil terisak.
Helmi juga mengatakan anak keempatnya, Rida Asmarani yang kini duduk di kelas 1 MTs terancam tidak naik ke kelas bila tidak melunasi uang sekolah. "Kalau rekening listrik naik, bagaimana kami bisa menyisihkan uang untuk sekolah anak," ucap Helmi.
Aksi puluhan pelaku UKM dari kawasan Jl. Bromo Medan ini tidak mendapat tanggapan sebagaimana diharapkan. Meski telah menggelar aksi selama dua jam, tidak seorang pejabat yang bersedia menemui mereka hingga massa membubarkan diri.
(djo/djo)










































