"Lilin pun bisa bakar anda punya rumah, jangankan gas kalau tidak dipakai dengan baik. Obat nyamuk juga (bisa). Jadi tidak ada energi yang bebas risiko," kata JK.
Hal itu dikatakan JK usai memberi kuliah umum tentang kemanusiaan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/7/2010). Pernyataan JK itu terkait dengan kasus kebakaran akibat ledakan tabung gas 3 kg yang terjadi belakangan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kasus yang ada, ternyata itu lebih banyak karena kelalaian. Sudah bocor tetap menyalakan elpiji," kata JK tentang kebanyakan warga yang belum pernah mengganti selang dan regulator sejak tabung program konversi itu dibagikan 3 tahun lalu.
JK menjelaskan, menurut data hitungan media massa, terjadi 36 kali ledakan yang terkait tabung gas 3 kg dalam kurun waktu 3 tahun. Dengan asumsi jumlah tabung saat ini sebesar 70 juta, maka perbandingan ledakan adalah 1:2 juta tabung.
"Sedangkan (yang disebabkan) listrik, kebakaran yang di Jakarta saja, ada 800 tiap tahun," kata dia.
JK mengatakan, sebelum ada program konversi, ribuan rumah terbakar karena kompor minyak tanah yang meledak.
"Apa yang jual minyak tanah harus dimintai tangging jawab? Apakah semua PLN harus tanggung jawab, kalau ada rumah terbakar," kata dia.
(lrn/irw)











































