Dalam keterangannya, Sherley mengibaratkan film yang yang mengisahkan kelima wartawan Australia seperti "Cat Out of The Bag," atau kejadian yang baru terungkap kebenarannya.
"This is film seperti "Cat Out of The Bag," dalam bahasa istilah Australia berarti kebenarannya terungkap," ujar Sherley Shackleton di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jl Sentra Primer Baru Timur, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sherley percaya, suaminya adalah salah satu dari kelima wartawan yang tewas saat penyerangan di Kota Balibo.
"Saya hanya mengatakan tahu ini karena memang suami saya di sana tapi sejujurnya saya tidak berada di Balibo juga waktu itu," katanya.
Menyangkut isi film, Sherley menegaskan bahwa semua isi dari film tersebut adalah fakta. "Itu merupakan hasil dari penyelidikan yang dibuat oleh koroner di pengadilan Sidney, Australia," paparnya.
Sherlery juga menjelaskan, saat kehilangan kontak dengan suaminya, dirinya tidak pernah mendapat penjelasan resmi dari pemerintah Australia yang menyatakan suaminya meninggal di Balibo.
"Sampai ada petugas koroner yang melakukan penyelidikan ini baru saya mengetahui semuanya," terangnya.
"Penyelidikan itu menjelaskan 5 wartawan itu terbunuh dengan tangan mereka terangkat ke atas dan berpakaian sipil," tambahnya.
Rencananya, sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Guruh Jaya Saputra dan hakim anggota Sri Setowati dan Irman Baika akan dilanjutkan pada Kamis (20/7/2010) depan, pada pukul 10.00 WIB. Agendanya mendengar kesimpulan dari penggugat dan tergugat.
(fiq/irw)










































