Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PP Muhammdiyah, Din Syamsuddin, usai acara penutupan Muktamar Muhammadiyah di Sportorium UMY, Yogyakarta, Kamis (8/7/2010)
Din juga menaruh perhatian khusus pada pernyataan Boediono bahwa pemerintah tetap akan bekerjasama dengan Muhammadiyah. Menurut Din, hal itu diwujudkan dalam pernyataan Boediono dengan meminta para menteri yang hadir, yakni Menteri Agama Surya Dharma Ali, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh untuk bekerjasama dengan Muhammadiyah.
"Ungkapan tadi semacam menginstruksikan agar para mentri bekerja sama dengan Muhammadiyah lebih konkret lagi. Bagi kami ini merupakan sebuah pernyataan dan kerjasama seperti saling memerlukan antara Muhammadiyah dengan pemerintah," kata Din.
Apakah ini berarti sikap Muhammadiyah terhadap pemerintah melunak? Menurut Din, hal ini bukan masalah lunak atau keras tapi merupakan masalah ekspresi. Muhamadiyah mempunyai sikap jelas dan tegas kepada negara atau pemerintah yang sah dan berdaulat.
"Oleh karena itu kita dukung. Muhamadiyah mempunyai kecintaan tinggi terhadap pemerintah dan negara. Kalau ada kritik-kritik, itu justru karena cinta. Tetapi jangan dilihat sesuatu yang bersifat kritik tapi apa dukungan kepada pembangunan bangsa ini. Antara pemerintah dan Muhamadiyah itu seperti dua bagaian yang bersahabat," katanya.
Tidak akan Berpolitik
Dalam kesempatan itu, Din kembali menegaskan Muhammadiyah tidak akan terlibat politik prakrtis, khususnya dalam pemilu 2014 mendatang. Muhammadiyah hanya akan melakukan politik kebangsaan, yakni turut mewujudkan pemilu yang demokratis dan berkeadilan
"Pemilu 2014 kan agenda politik. Muhammadiyah tidak terlibat dalam pemilu, tidak punya calon legislatif, dan tidak akan terlibat dalam pencalonan presiden dan wakil presiden. Karena memang bukan watak organisasinya," tegas Din.
Din menolak tudingan bahwa Muhammadiyah berpihak pada calon tertentu pada Pemilu 2014 lalu. Dikatakannya, hal tersebut merupakan kesalahpahaman saat melihat Muhammadiyah. Muhammadiyah mendukung siapa saja yang sesuai dengan kriteria Muhamadiyah.
"Itukan (berpihak pada calon tertentu) kesan saja, karena pada waktu itu pak JK yang datang ke Muhammadiyah. Coba kalau yang lain datang tentu akan lain juga," ujar Din.
Din juga sempat ditanya keinginannya untuk maju sebagai capres di 2014. Namun hal itu dijawabnya dengan bercanda.
"Saya ini sudah presiden, presiden Muhammadiyah. Tidak kalah dengan presiden negara. Karena presiden Muhammadiyah Insya Allah mendapat pahala," ungkap Din.
(djo/djo)











































