Busyro: Rekening Mencurigakan Jenderal Polisi Harus Segera Diusut

Busyro: Rekening Mencurigakan Jenderal Polisi Harus Segera Diusut

- detikNews
Rabu, 07 Jul 2010 18:34 WIB
Jakarta - Kisruh soal transaksi liar di rekening para Pati Polri cukup menyita perhatian publik. Agar berita itu tidak terus simpang siur langkah tepat yang harus diambil adalah mengusut rekening itu.

"Jelas harus (diusut), dan itu harus dimulai dari atas, karena itu kan lebih baik," kata Ketua Komisi Yudisial, Busyro Muqoddas yang ditemui disela-sela Muktamar Muhammadiyah ke 46 di UMY, Yogyakarta, Rabu (7/7/2010).

Hebohnya pemberitaan terkait rekening itu, menurut Busyro adalah langkah yang tepat untuk kepolisian untuk lebih transparasi terhadap pendapatan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa dengan adanya itu, transparasi ke dalam menjadi penting dan tentu Pak Kapolri harusnya sudah melakukan langkah-langkah tepat," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya saat ini dalam kepolisian ada sistem yang dibuat khusus untuk memonitoring kekayaan warga polisi. "Sebaiknya ada sistem monitoring untuk mengetaui perkembangan kekayaan warga polisi itu, sehingga bisa terdeteksi," ucap salah satu calon ketua KPK ini.

Meskipun saat ini belum  jelas dari mana pihak mana saja rekening itu masuk, yang pasti sebagai penegek hukum polisi tidak diperbolehkan menerima apapun. Apalagi itu berasal dari perkara yang mereka tangani.

"Nggak bisa, polisi itu menjalankan tugas tidak bisa menerima imbalan apapun. Dan tidak hanya polisi saja tapi juga semua pejabat negara, sehingga kalau ada pemberian harus ditolak,"  jelas dia.

Saat diminta pendapatnya terkait sikap Polri atas pemberitaan yang dimuat oleh majalah Tempo edisi 'Rekening Gendut Polri', Busyro tidak mau berspekulasi apa-apa, termasuk soal pelemparan bom molotov ke kantor Tempo. Baginya yang terpenting saat ini adalah keduanya  bisa duduk bersama untuk saling mengklarifikasi.

"Saya lihat akhirnya saja, yaitu ada inisiatif baik dari Kapolri dan Tempo lewat dewan pers dan itu langkah yang bagus. Dan terkait pelemparan bom itu, saya rasa itu hanya olah provokator saja, sebab di Indonesiakan banyak provokator," tutup dia.

(lia/ndr)


Berita Terkait