"Saya akan hadir sebagai saksi. Sebab film ini bukan dokumentasi. Film ini menunjukan bagaimana rasanya berada dalam kondisi kehilangan. Saya tau bagaimana kondisi sebenarnya," kata Shirley dalam peluncuran buku miliknya 'The Circle of Silence' di kantor Kontras, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat (7/7/2010).
Menurut Shirley, negara seharusnya mengizinkan masyarakatnya untuk menonton apa yang sebenarnya terjadi, bukan malah melarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Shirley mengatakan, apa yang ada di film ini memang suatu
pelajaran yang sulit untuk diakui. Namun, ini harus dijadikan suatu pelajaran, bukan ditutup-tutupi.
"Suatu hal yang sulit ketika kita harus mengakui kesalahan atas nama kita sendiri. Tapi kejadian ini bukan hanya kesalahan Indonesia tapi juga ada kesalahan Australia dan Amerika yang mendukung invasi," jelas dia.
Ia berharap kebenaran itu terungkap dan keadilan bisa ditegakkan. "Sebab tanpa keadilan HAM dan demokrasi kita bukan apa-apa," ujar Shirley.
Rencananya persidangan di PTUN akan dilakukan besok, pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya AJI sudah menghadirkan saksi ahli, Leo Batubara di
persidangan.
(nwk/nwk)











































