"Wajar-wajar saja saya kira. Semua metodenya positif," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/7/2010).
Menurut Priyo, esensi dari pelatihan ESQ memberikan efek positif bagi lingkungan kerja anggota dewan. Hasilnya bisa mengasah hati anggota DPR. Berikut wawancara detikcom dengan Priyo:
Mas Priyo waktu DPR melakukan ESQ siapa yang dipakai?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang Mas Priyo rasakan, apakah ada sesuatu yang tidak wajar?
Wajar-wajar saja saya kira, semua metodenya positif.
Di Malaysia ada fatwa melarang karena melanggar ajaran Islam, apa pendapatnya?
Ajaran apa yang dilanggar? Disitu tidak ada menyinggung ajaran agama kok.
Memang metode apa yang digunakan?
Ajaran spiritual dan bukan untuk menggantikan posisi ustadz atau kiai atau guru spiritual.
Apa hasil dari pelatihan ini?
Esensinya sangat positif. Hasilnya untuk mengasah hati anggota DPR karena memang diadakannya pas anggota baru dilatih.
Apakah merasa terprovokasi?
Tidak memprovokasi. Malah ada semangat hati dan komitmen untuk berprestasi dan tidak bicara sama sekali hukum agama. Dan pada situasi sehari-hari ini terasa sangat berhasil.
Apakah ada rencana merutinkan?
Belum kita bicarakan.
(gus/fay)











































