"Hampir ratusan alumni menanyakan soal itu lewat telepon dan email," kata Head of President Director Office ESQ, Dwitya Agustina kepada detikcom di kantornya, Pondok Pinang, Jakarta, Rabu (7/7/2010).
Dwitya mengatakan, alumni ESQ sangat mengetahui apa yang disampaikan dalam pelatihan. Justru alumni ingin membantu meluruskan fatwa larangan itu kepada publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dwitya, 1 Mufti yang melarang training ESQ tersebut tidak faham pelatihan yang diberikan ESQ. Mufti Kuala Lumpur tersebut belum pernah ikut training ESQ. Hanya menerima informasi dari pihak lain.
"Mereka belum pernah ikut training. Mungkin tidak faham, hanya menerima info saja," jelasnya.
(gus/fay)










































