"Jadi ada satu molotov yang masih utuh. Kemungkinan sidik jari pelaku masih menempel di situ," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan, Rabu (7/7/2010).
Boy mengatakan, barang bukti 2 bom molotov yang sudah meledak dan 1 bom molotov yang masih utuh masih diperiksa Puslabfor. 5 Saksi telah dimintai keterangan oleh polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Majalah Tempo dilempari 3 bom molotov pada Selasa 7 Juli kemarin. Dua di antaranya meledak.
Berdasarkan keterangan saksi, dua pria berjaket hitam turun dari sebuah motor di dekat kantor Tempo. Pelaku kemudian masuk ke halaman kantor Tempo dan melemparkan 3 bom molotov tersebut.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pelemparan bom molotov. Polisi sendiri membantah jika pelemparan bom molotov di kator tersebut terkait dengan pemberitaan Majalah Tempo edisi 'Rekening Gendut Perwira Polisi'.
(mei/nwk)











































