Beberapa warga mengaku tidak hanya sekali atau dua kali datang.
"Saya sudah tiga kali sama ini. Dari kemarin, mengambil air sekalian mandi," kata seorang warga Cikini, Anggi saat ditemui di lokasi, Jl Kramat V, Jakarta Pusat, Rabu (87/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya, saya mandi di sini, disemprot ke kaki yang ada reumatik," kata dia.
Tidak hanya Anggi, seorang warga Matraman, Danu mengambil air ini dengan harapan menyembuhkan kakinya yang pincang karena tabrakan. "Usaha saja, siapa tahu bisa. Sudah empat kali ke sini," ujarnya.
Pantauan detikcom, di lokasi, anak-anak masih terlihat menyediakan botol-botol serta jasa untuk mengambilkan air. Selain itu, terlihat juga beberapa warga yang mengaji di sekitar makam.
Jangan Syirik
Tentang air di makam ini menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat sendiri.Β Seorang warga mengaku prihatin melihat kondisi seperti ini.
"Saya sedih saja, kenapa warga percaya kalau air itu keramat," kata salah seorang warga Kwitang, Amira saat ditemui di lokasi.
Menurut Amira seharusnya ada pihak yang memperjelas tentang air tersebut.
"Harusnya dijelaskan itu air apa. Jangan sampai terus-terusan seperti ini, mau sampai kapan? Nanti jadi musyrik (orang yang syirik) lagi," ujar dia. (nwk/nwk)










































