Tidak hanya penjabat, mereka yang memiliki uang berlimpah juga kerap menggunakan jasa pengawalan untuk menghindari kemacetan, terutama di Ibukota.
"Tidak cuma pejabat, para pengusaha kaya juga banyak yang pakai voorijder untuk kepentingan pribadi, fungsi voorijder ada bukan untuk itu," ujar Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola kepada detikcom, Selasa (6/7/2010).
Menurut Thamrin, hal tersebut bisa terjadi karena kesejahteraan polisi kurang terjamin, sehingga mereka harus mencari pekerjaan sampingan dengan menjadi pengawal atau voorijder untuk para pengusaha yang mampu membayar.
"Sejahterakan polisi agar mereka tidak centeng bagi mereka yang punya uang banyak," tambahnya.
Praktik sewa voorijder, menurut Thamrin, merupakan bentuk tunduknya negara kepada pemilik uang, bukan kepada pemimpin negara.
"Masa polisi abdi negara tunduk kepada pengusaha, inikan sangat menyedihkan," tutupnya.
(her/mok)











































