"Saya teringat filosofi wartawan seperti hakim, yaitu sama-sama tidak tahu kalau mereka punya musuh," kata Bagir Manan usai mengunjungi kantor Tempo di Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010).
Mantan Ketua MA itu menyatakan, hakim bisa menjatuhkan hukuman berat, namun mereka tidak tahu kalau ada pihak-pihak yang sakit hati. Sama halnya dengan wartawan yang tulisan-tulisannya bisa menimbulkan perasaan-perasaan tertentu pada pihak lain.
"Tapi ya ini memang seharusnya begitu, tidak perlu takut. Coba bayangkan kalau wartawan takut, berita jadi seperti apa?" katanya.
Bagir menggangap pelemparan bom molotov di Kantor Tempo menunjukan persoalan menyangkut masalah pers belum selesai. "Saya minta pernyataan prihatin datang dari seluruh tanah air, tidak hanya dari pusat karena ini adalah masalah pers di Indonesia," katanya.
(nal/fay)











































