Daftar barang terlarang pun dirilis Israel, kebanyakan adalah senjata dan benda-benda yang bisa digunakan menjadi senjata. Barang-barang ini dilarang masuk ke Gaza. Meski demikian, AS sebagai sekutu utama Israel, memuji langkah ini.
"Kebijakan ini bisa membantu kehidupan rakyat di Gaza dan menjauhkan senjata dari tangan Hamas," kata Jubir Gedung Putih Tommy Vietor kepada Reuters, Selasa (6/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal Eitan Dangot dari Israel mengatakan 3.000 jenis barang tetap dilarang masuk Palestina karena bisa dimodifikasi menjadi senjata. Barang yang bisa dibawa masuk hanyalah bahan bangunan untuk proyek rumah dari otoritas Palestina. Proyek bangunan ini untuk membangun sekolah, fasilitas kesehatan, air dan sanitasi.
Israel terpaksa melonggarkan blokade karena tekanan dunia internasional atas penyerbuan armada Freedom Flotilla terutama kapal Mavi Marmara. Saat itu, 9 aktivis kemanusiaan Turki tewas dan sejumlah aktivis lain luka-luka termasuk dari Indonesia.
(fay/nrl)











































