"Tindakan teror dengan menggunakan bom molotov tersebut adalah tindak anarkis dan tidak beradab yang mengancam kebebasan pers di negeri kita," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) M Chozin Amirullah dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (6/7/2010).
PB HMI, imbuh Chozin, mendukung penuh majalah Tempo untuk tidak takut terhadap segala aksi terror dan kekerasan. "Tetaplah bersuara lantang mengungkap kejahatan dan menyuarakan kebenaran," tegas dia.
Pihaknya juga menuntut agar Polri segera menangkap pelempar bom molotov dan mengungkap aktor serta motif di belakang aksi teror tersebut. Ini penting karena akan memberikan kejelasan ke publik mengenai duduk persoalan sebenarnya.
"Negeri ini adalah negara hukum, bukan negeri preman yang orang bisa seenaknya saja main otot, main ancam, dan main kekerasan," tutup Chozin.
(nwk/nwk)











































