Toronto Mati Listrik, Jamuan Makan Ratu Inggris Mundur Sejam

Toronto Mati Listrik, Jamuan Makan Ratu Inggris Mundur Sejam

- detikNews
Selasa, 06 Jul 2010 10:01 WIB
Toronto Mati Listrik, Jamuan Makan Ratu Inggris Mundur Sejam
Toronto - Ledakan di pusat pembangkit listrik di Toronto, Kanada, menyebabkan suasana gelap gulita di kota metropolitan terbesar di Kanada itu. Bahkan jamuan makan malam untuk Ratu Inggris Elizabeth II sempat terganggu.

Hydro One, perusahaan listrik untuk Provinsi Ontario, menyatakan mati listrik itu terjadi pukul 4.42 sore. Demikian dilansir AFP, Selasa (6/7/2010).

Jika di Indonesia mati listrik hal biasa, tidak demikian dengan di negeri maju itu. Mati listrik memicu dampak luar biasa dan kepanikan. Perjalanan subway dan kereta komuter terganggu. Matinya traffic light di jam pulang kantor yang sibuk juga memicu macet menggila.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 250 ribu orang juga terpaksa tanpa listrik yang biasanya berpendar sekitar 900 megawatt. Mati listrik ini menyebabkan hawa makin gerah saja karena tiadanya AC, sedangkan suhu mencapai 34 derajat Celcius.

Televisi CBC menyatakan, petugas pemadam kebakaran sibuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di elevator sedangkan polisi sibuk mengatur lalu lintas.

Ratu Elizabeth II, di akhir kunjungannya ke Kanada bersama suaminya, Pangeran Philip, saat kejadian menghadiri jamuan makan malam atas undangan PM Stephen Harper di Hotel Royal York di pusat kota Toronto. Sayangnya, hotel tidak memiliki tenaga listrik cadangan. Akibatnya, acara makan malam sempat tertunda satu jam.

"Orang-orang bersiap pulang ke rumah ketika listrik mati," kata pengusaha Falik Raja (40) pada AFP. "Terjadi kepanikan karena banyak orang bekerja di gedung-gedung tinggi dan lift berhenti beroperasi," ujarnya.
Β 
Orang-orang buru-buru menuruni tangga ke lantai dasar dan kemudian menuju ke mobil mereka atau ke stasiun kereta, namun di sana tidak ada traffic light yang mengatur lalu lintas sehingga ribuan pengendara terjebak macet.

Ribuan orang kembali lagi ke stasiun kereta untuk naik kereta subway dan kereta komuter setelah listrik menyala lagi.

Pihak pengelola listrik menyatakan, mati listrik terjadi akibat kebakaran di stasiun transformer di jantung Toronto. Api berhasil dipadamkan dalam tempo cepat. Bagaimana kebakaran itu terjadi, masih diselidiki. Listrik kini telah menyala di sebagian Toronto. Kapan sisanya akan menyala, belum jelas. Tidak ada laporan orang terluka akibat kejadian langka ini.

Mati lampu terbesar di Toronto pernah terjadi pada 2003, bertepatan dengan musim panas yang menyengat di pertengahan Agustus. Kala itu 55 juta warga Ontario terkena dampaknya. Insiden itu menduduki peringkat kedua di dunia sebagai pemadaman listrik paling luas di dunia setelah mati lampu di Brasil bagian selatan pada 1999. Bagaimana dengan Indonesia ya? (nrl/fay)


Berita Terkait