Muhammadiyah Harus Akomodir Suara Aisyiyah dan Tokoh Muda

Muktamar Muhammadiyah

Muhammadiyah Harus Akomodir Suara Aisyiyah dan Tokoh Muda

- detikNews
Senin, 05 Jul 2010 18:27 WIB
Muhammadiyah Harus Akomodir Suara Aisyiyah dan Tokoh Muda
Yogyakarta - Sikap protes kelompok Aisyiyah karena tidak dimasukkan dalam 39 calon Ketua PP Muhammadiyah adalah hal yang wajar. Namun bagaimana kelanjutan protes itu, diserahkan bagaimana tanggapan dari 13 formatur yang segera ditetapkan sore ini.

"Saya rasa itu protes biasa, dan protes itu menandakan Muhammadiyah sangat
menghormati prinsip demokrasi. Tapi ke depannya adalah tergantung bagaimana PP Muhammadiyah nanti menaggapinya," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif.

Hal itu disampaikan Syafii di Gedung Media Center, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Jl Ring Road Barat, Taman Tirto, Bantul, Yogyakarta, Senin (5/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, tidak ada yang salah memang, jika Aisyiyah meminta suaranya
terwakili karena memang punyak hak atas itu. Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa yang masuk dalam 39 calon tersebut dipilih oleh para muktamirin laki-laki.

"Sebenarnya kesempatan untuk perempuan itu jadi ketua PP itu sangat terbuka
tapi kan memang yang memilih PP ini semua laki, dan memang kultur dari
Muhammadiyah itu adalah laki-laki,' jelas dia,

Ke depan pria yang akrab disapa Buya ini, berharap akan ada tempat untuk kaum Aisyiyah dalam formatur organisasi ini. Paling tidak, dalam hasil Mukatamar tahun ini, itu bisa disampaikan sebagia usulan untuk dipertimbangkan dalam muktamar Muhammadiyah.

"Nanti saya mengusulkan PP yang akan datang jangan hanya 13, bisa jadi 21 atau 23 dan di situlah dimasukkan perempuan, mungkin sekitar 2 atau 3 orang. Dan saya rasa itu sangat adil," tambah dia.

Selain terwakillinya suara Aisyiyah, Syafi'i juga menyetujui jika ke depan
tokoh-tokoh muda di Muhammadiyah ikut berkompetisi untuk bisa maju sebagai calon Ketua PP Muhammadiyah. Meskipun dia menyadari bahwa tokoh-tokon muda tersebut belum cukup memiliki tempat di mata publik.

"Saya rasa kalau toko muda sudah menunjukkan prestasi dan dikenal publik, tidak sulit untuk masuk ke PP, karena yang saya tahu mereka mempunyai potensi yang luar biasa. Tapi kalau tidak dikenal ya memang akan susah," jelas dia.

Sebenarnya lanjutย  dia, tidak ada aturan konstitusional yang mengatur tentang ketokohan di dalam Muhammadiyah. Maka itu terkait, porsi tua dan muda dalam Muhammdiyah itu hanya soal bagaimana orang tersebut bisa menjaga konsistensi Muhammadiyah ke depan.

"Saya rasa yang tua-tua kenapa tetap dipertahankan karena memang mereka sangat sayang kepada Muhammadiyah. Tapi saya harap Ketua Tahun ini bisa mengakomodir yang muda-muda," pungkas dia. (lia/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads