"Tikus juga dipakai di laboratorium. Di kampung istri saya, Manado, tikus dimakan," kata Agung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (5/7/2010).
Agung menambahkan, pernyataan Ical soal tikus itu adalah pendapat pribadinya. Hal itu bukan merupakan sikap partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Agung menegaskan, filosofi tikus itu juga berarti kalau mengkritisi sesuatu jangan sampai sakit hati orangnya.
"Berikan saran jangan seperti menggurui. Bila kasih koreksi dengan cara yang santun. Kan dalam politik sopan santun itu perlu dan penting. Ya pokoknya yang haluslah, enggak langsung gigit. Ambil positifnya," tutupnya.
(ndr/fay)











































