Sebelumnya, pada Rabu lalu (30/6/2010), mahasiswa STMIK juga menggelar aksi serupa di kampusnya. Aksi mahasiswa kali ini tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat, seperti pekan lalu.
Menurut Muchlis, ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) STMIK Handayani, aksi bakar-bakaran mereka sebagai respons atas sikap acuh tak acuh dari Yayasan Handayani yang belum memberi kepastian pada mahasiswa akan adanya pembangunan kampus baru. "Aksi kami belum ada apa-apanya kalau dibandingkan sikap yayasan yang lepas tanggung jawab dan tidak peduli dengan nasib kami," ungkap Muchlis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah terjadinya perselisihan dengan warga, lanjut Tamrin, pihak yayasan mengupayakan membeli lahan di kawasan jalan Adhyaksa Baru, Makassar. "Saat ini kami masih menunggu pelaksanaan akad untuk pembelian lahan di jalan Adhyaksa, setelah kami memegang bukti-bukti sertifikat tanah yang sah, kami akan perlihatkan ke mahasiswa," pungkas Tamrin.
(mna/nrl)










































