"Saya tidak tahu Ical paham atau tidak, tikus indentik dengan koruptor," ujar Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada detikcom, Senin (5/7/2010).
Lebih dari itu Bima menyayangkan sikap Golkar yang tergolong kasar ini. Politisi yang harusnya taktis dalam strategi disamakan dengan tikus.
"Kami meyayangkan pemimpin partai besar harusnya lebih memilki pemahaman subtantis terhadap pekerjaan politikus. Profesi politikus sangat taktis kalau kita berpolitik tidak memiliki value kita akan tersesat, ini salah," keluh Bima.
Bima menyarankan agar Golkar tidak mementingkan kepentingan pribadinya dalam berpolitik. Bima menyarankan Golkar meniru lumba-lumba.
"Lumba-lumba itu kan tidak individualis, bersih, dan bersahabat tidak seperti tikus," sarannya.
Sebelumnya dalam acara Rakornis Partai Golkar di Ritz Carlton Kuningan, Minggu (4/7/2010), Ketum Golkar mengingatkan kadernya agar menerapkan pola politik Tikus. Ical memaparkan, tikus seperti Golkar, tidak langsung menggigit tapi mengendus terlebih dahulu.
(van/nwk)











































