"Orang jadi dibingungkan dengan bentuk jalan yang semula lurus, lalu memotong ke kiri. Yang mau naik ke atas jadi kagok," kata Kasie Laka Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi saat dihubungi detikcom, Minggu (5/7/2010) malam.
Herman menambahkan, penempatan halte busway Senen yang berada di simpang lima Senen itu menimbulkan dampak yang banyak. Selain menimbulkan pelanggaran, halte busway di Senen juga berdampak terhadap kemacetan dan kecelakaan.
"Eksesnya ke macet, kecelakaan dan pelanggaran," katanya.
Herman menjelaskan, dampak pelanggaran yang ditimbulkan seperti bus TransJakarta yang mengarah dari Gunung Sahari menuju Senen dibuat memotong lajur dari kanan ke kiri. "Seharusnya itu kan tidak boleh," katanya.
Kemudian, bus TransJakarta yang mengarah ke Matraman dari Senen melaju bersamaan dengan saat kendaraan dari arah Matraman menuju lurus ke Atrium, Senen dan belok kanan ke Jalan Jenderal Suprapto. "Sehingga kendaraan yang mau ke Atrium dan ke Jalan Jenderal Suprapto berhenti dulu," imbuhnya.
Guna mengurangi hal tersebut, Herman menyarankan agar bus TransJakarta yang melintasi depan Pasar Senen, Jakarta Pusat dari arah Gunung Sahari menuju Matraman, dialihkan ke atas lewat flyover Senen. Kemudian penumpang diturunkan di halte berikutnya, 500 meter setelah flyover.
(mei/Rez)











































