Muhammadiyah Butuh Suara Perempuan dan Tokoh Muda

Muhammadiyah Butuh Suara Perempuan dan Tokoh Muda

- detikNews
Minggu, 04 Jul 2010 23:38 WIB
Muhammadiyah Butuh Suara Perempuan dan Tokoh Muda
Jakarta - Kekecewaan Aisyiyah karena tidak terwakili dalam 39 calon Ketua Umum Muhammadiyah 2010-2015 mendapat dukungan dari 3 organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah. Dukungan ini disampaikan dalam bentuk nota keberatan terhadap nama-nama calon yang nantinya akan diperkecil menjadi 13 nama.

3 Ortom itu adalah Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Ketiganya sepakat bahwa suara perempuan Aisyiyah harus terwakili di dalam kepengurusan Muhammadiyah.
Β 
"Kami rasa di abad kedua ini tidak ada salahnya, Muhammadiyah itu suara peruempuan Aisyiyah ikut terwakili," kata Ketua Nasyatul Aisyiyah, Abidah Muflihati dalam jumpa pers yang digelar di Sportorium, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta, Minggu (4/7/2010).Β 

Lebih lanjut Abidah mengatakan, kemampuan kaum Aisyiyah tidak perlu diragukan. Karena selama 1 Abad ini, Aisyiyah selalu menghasilkan perempuan yang mempunyai kredibilitas yang tak perlu diragukan. Karena menurutnya 39 nama calon ketua umum tersebut sedikit mengecewakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa dari 39 nama itu, belum tentu track recordnya baik. Misalnya belakangan ini nama yang latar belakangnya berkaitan dengan hukum, kemudian ada pula yang warga Muhammadiyah tetapi lebih banyak melakukan kegiatan politik dan yang paling miris adalah ada calon yang melakukan poligami," keluh wanita berkacamata ini.

Terkait poligami, dia tidak menjelaskannya lebih lanjut siapa tokoh yang dimaksud. Hanya saja meskipun poligami itu mubah, tapi tetap saja perbuatan itu tidak disenangi.

Selain meminta terwakilinya suara perempuan di PP Muhammadiyah, Ikatan Pemuda Muhammadiya juga ingin ke depan kepengurusan Muhammadiyah itu menghadirkan tokoh-tokoh muda, dimana kemampuannya tidak dipandang sebelah mata.
Β 
"Dari 39 nama ini sangat disayangkan tokoh-tokoh muda hanya diisi sekitar 30 persen. Yang 30 itu adalah yang usianya diabwah 50 selebihnya sudah diatas 50," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Izzul Muslimin.

Izzul juga mengatakan selain tokoh muda yang mulai berkiprah, tidak ada salahnya perempuan turut memberikan perkembangan Muhammadiyah ke depan. "Berangkat dari isu persamaan gender yang sekarang lagi digalakkan di Indonesia, rasanya Aisyiyah memiliki hak untuk maju," jelas dia.

Ketua IMM, Zain Muhammad, juga mengatakan, bahwa sebagai organisasi Islam tertua, Muhammadiyah perlu wajah-wajah baru untuk menghasilkan konsep dan pemikiran yang baru pula untuk Muhammadiyah.

"Kami melihat bahwa masalah yang dicover Muhammadiyah makin banyak, sehingga perlu organisasi berlapis, maka itu kami menawarkan pandangan agar sususan kepengurusan berimbang dimana 60 persennya tokoh muda dan 40 persennya para sesepuh. Dengan fungsi sesepuh memberikan masukan dan yang bergerak adalah tokoh-tokoh pemuda," ucap Zain.

Dengan usulan terwakilinya suara Aisyiyah dan keikusertaan tokoh-tokoh muda, diharapkan Muhammadiyah benar-benar menjadi organisasi yang terus melakukan reformasi yang positif. Dan pastinya, akan ada regenerasi yang membuat perjalanan Muhammadiyah semakin mantab, paling tidak untuk 5 tahun ke depan.

"Kita tidak akan melakukan langkah-langkah yang menentang. Saya rasa kita lebih berpikir untuk melobi terhadap usulan kita ini dan mempertimbangkannya. Saya rasa kita punya pendekatan kultural kepada bapak-bapak itu, untuk menyuarakan keterwakilan perempuan dan para tokoh muda," kata Abidah.

(lia/Rez)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads