"Secara umum dari laporan setebal 228 halaman itu sudah baik dan komprehensif. Banyak hasil yang dicapai, meski ada beberapa catatan dari kami yang bisa diperbaiki ke depan dan bisa kami terima dengan baik," ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Syafiq A. Mughni kepada wartawan di Media Center, kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (4/7/2010).
Menurut dia, beberapa kekurangan yang dilakukan kepengurusan saat ini adalah masih lambannya PP Muhammadiyah merespons kebutuhan-kebutuhan regulasi di daerah secara cepat. Karena respon yang lambat itu mengakibatkan munculnya beberapa masalah di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan Ketua PWM Sumatera Barat, Khatib Pahlawan Kayo. Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan pembaruan ke depan harus lebih menjangkau masyarakat-masyarakt terpencil di daerah. Kader-kader dakwah hendaknya tidak hanya pandai berdakwah saja tapi juga menguasai ilmu pengetahuan lainnya seperti pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain.
"Upaya mencerdaskan masyarakat atau komunitas masyarakat terpencil dengan menerjunkan banyak kader dakwah. Dakwah kita lebih ke arah kultural, mereka tidak hanya pandai dalam ilmu agama saja tapi juga bidang lain," katanya.
Ketika ditanya siapa yang layak memimpin Muhammadiyah lima tahun ke depan, Khatib mengatakan pemimpin ke depan harus loyal, pengalaman dan berkomitmen tinggi terhadap persyarikatan serta tidak punya kepentingan politik."Kita membutuhkan bukti bukan janji," kata Khatib.
(bgs/nrl)











































