"Dengan alasan apa pun, kita menolak tegas legalisasi perjudian," ungkap Din Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan seusai sidang pleno di Sportorium, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, bantul, Minggu (4/7/2010).
Menurut Din, secara agama perjudian itu dilarang tegas. Dengan demikian tidak ada alasan apa pun dari pemerintah untuk melegalkannya. "Saya kira tidak hanya Islam saja, tapi agama apa pun juga melarang," jawab Din dengan tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din menegaskan pemerintah harus tegas melarang dan tidak melegalkan judi. "Solusinya bagaimana, ya harus dilarang bagaimanapun caranya. Harus tidak ada. Pemerintah harus tegas menyelesaiakan persoalan persoalan yang dilarang oleh agama," katanya.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah lainnya, Haedar Nashir, juga sependapat agar pemerintah tidak melegalkan perjudian. Sebab agama terutama Islam secara tegas sudah melarang. "Kita sudah tegas, ya harus dilarang dan pemerintah jangan melegalkan," ujarnya.
Warga negara Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai orang yang paling banyak berjudi di Singapura. Melihat itu, Rois Syuriah PBNU, Masdar F Mas'udi, menilai pemerintah harus segera membangun kawasan judi di Indonesia.
Harapan dari lokalisasi tersebut adalah agar negara mendapat keuntungan yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
(bgs/nrl)











































