Sidang Pleno I, PP Muhammadiyah Berikan Laporan

Muktamar Muhammadiyah

Sidang Pleno I, PP Muhammadiyah Berikan Laporan

- detikNews
Minggu, 04 Jul 2010 11:51 WIB
Sidang Pleno I, PP Muhammadiyah Berikan Laporan
Yogyakarta - Setelah tertunda akibat tidak memenuhi kourum pada hari Sabtu 3 Juli 2010, Sidang Pleno I Muktamar Muhammadiyah ke-46 dimulai, Minggu (4/7/2010). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan laporan kepengurusan periode 2010-2015.

Acara sidang pleno I digelar di Sportorium kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang merupakan ruang utama Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar hingga Kamis 8 Juli mendatang. Sidang hari ini berjalan lancar karena sudah memenuhi kuorom atau lebih dari duapertiga peserta hadir dari 2.800 muktamirin.

Laporan setebal 228 halaman itu disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah H.A. Rosyad Sholeh. Rosyad menyampaikan berbagai hasil yang telah dicapai PP Muhammadiyah periode 2005-2010 pasca Muktamar ke-45 di Malang. Dalam laporannya, disebutkan perkembangan Muhammadiyah saat ini berkembang dengan dinamis di beberapa lini persyarikatan. Perkembangan itu di antaranya bidang kesehatan, bidang pemberdayaan masyarakat terutama tani, nelayan dan rakyat miskin kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menunjukkan keberpihakan Muhammadiyah yang akan terus dilakukan. Sedangkan untuk lembaga pendidikan tinggi, dasar dan menengah, perkembangan ini juga cukup membahagiakan. Namun masih perlu revitalisasi untuk penguatan kader Muhammadiyah dari segi jalur pendidikan formal," ungkap Rosyad.

Menurut Rosyad, perkembangan dakwah Muhammadiyah juga terus dilakukan agar syiar Muhammadiyah tidak berhenti atau stagnan. Di bidang organisasi, Muhammamdiyah juga mengalami perkembangan. Kuantitas organisasi struktural di bawah PP Muhammadiyah, selama 5 tahun in juga mengalami penambahan. Khususnya di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).

"Ada 2 PWM yang baru berdiri, yakni PWM Sulawesi Barat serta PWM Irian Jaya Barat. Hal ini karena ada kebijakan pemekaran daerah dari pemerintah. Sehingga, total PWM ada 33 buah, PDM ada 419 buah, PCM ada 3.253 buah dan PRM ada 16.427 buah," kata Rosyad.

Selain itu, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang berdiri di luar negeri juga mengalami penambahan. Dari 12 PCIM kini ada 13 PCIM. PCIM yang baru berdiria dalah PCIM Australia. Selain itu juga berdiri organisasi yang serupa dengan Muhammadiyah di luar negeri, namun tidak memiliki hubungan struktural dengan Muhammadiyah.

"Ini merupakan salah satu bentuk pengakuan gerakan Muhammadiyah di mata global, organisasi itu sudah ada di Singapura, Malaysia dan Thailand," katanya.

Di akhir laporannya Rosyad juga menyampaikan beberapa hal pernyataan sikap Muhammadiyah atas situasi dan kondisi di Indonesia. Beberapa pernyataan sikap yang pernah disampaikan Muhammadiyah itu di antaranya masalah Majalah Playboy, masalah RUU Antipornografi, tausiyah menjelang Ramadhan, Idul Adha, kasus di Palestina hingga masalah perpolitikan di Indonesia terutama berkaitan dengan pemilu dan pilpres 2009.

(bgs/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads