Fenomena ini, menurut politisi PPP Romahurmuzy, adalah pemanasan awal persaingan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan Ical dalam Pilpres 2014 mendatang.
"Hiruk-pikuk tarik-menarik ormas dan parpol-parpol tak lolos PT (parliamentary threshold) pada Pemilu 2009, yang diinisiasi Partai Golkar maupun PAN sepekan terakhir tidak lepas dari rivalitas Ical dan Hatta menuju kursi RI-1 tahun 2014 mendatang," kata Romahurmuzy secara tertulis pada detikcom, Minggu (4/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana kebiasaan SBY di mana keputusan selalu last minute, momentum rivalitas Ical-Hatta ini masih akan banyak menyimpan manuver mengingat lamanya waktu menuju Pemilu 2014," papar Romi.
Sebagai pemimpin yang sangat peduli citra, imbuh Romi, keputusan last minute akan sangat dipengaruhi survei elektabilitas berkala dari pemimpin-pemimpin nasional yang sampai sekarang masih terus dilakukan oleh SBY.
"Jika tidak diantisipasi dengan baik, rivalitas ini berpotensi men-depopularisasi dan men-diselektabilisasi PD pada Pemilu 2014," katanya.
Gerakan 'memborong' partai-partai tak lolos PT 2009 ini, lanjut Romi, akan diikuti dengan upaya yuridis mempersulit partai-partai yang baru lahir untuk mengikuti Pemilu 2014.
Pertanyaan yang akan muncul, apakah upaya-upaya yang dilakukan oleh para politisi tersebut sehat dan sah?
"Jawabannya, realitas politik bukan melulu soal sehat dan sah, tapi soal mungkin atau tidak berdasarkan perimbangan suara kursi di parlemen yang menopang lahirnya sebuah undang-undang," tutup Romi.
(anw/nrl)











































