Kementrian Kehutanan Akan Libatkan Aisyiyah Kelola Hutan

Muktamar Muhammadiyah

Kementrian Kehutanan Akan Libatkan Aisyiyah Kelola Hutan

- detikNews
Sabtu, 03 Jul 2010 17:38 WIB
Jakarta - Kementerian Kehutanan akan melibatkan kaum perempuan untuk program pengelolaan kawasan hutan terutama kawasan hutan yang kritis dan rusak. Caranya dengan melibatkan kaum perempuan dalam program penanaman 1 miliar pohon.

"Ini memang sepintas ganjil atau aneh. Tetapi sejatinya ada kaitan sangat erat. Sukses atau tidak, Kementerian Kehutanan akan sangat bergantung kepada Aisyiyah dan kaum perempuan yang lain," ungkap Menteri kehutanan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Media Center Aisyiyah, di kantor BPPTK di Jalan Cendana, Yogyakarta, Sabtu (3/7/2010).

Menurut dia, saat ini ada kawasan hutan di Indonesia seluas 130 juta hektar. Sebanyak 40 juta hektar kondisinya masih bagus. Sebanyak 48 juta hektar kondisinya separuh rusak. Sedangkan, sisanya seluas 40 juta hektar merupakan kawasan hutan tidak berhutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berkaitan dengan dua isu besar yakni perubahan iklim dan pemanasan global, kita ingin memperbaikinya. Itu bukan isu tetapi fakta yang harus kita lakukan," tegas Zulkifli.

Menurut dia, efek rumah kaca dan penebangan pohon yang tak beraturan jadi sumber masalah. Dulu soal bagi Hak Pengelolaan Hutan, masyarakat tidak diajak atau dilibatkan. Sekarang ini penanaman dan penegakan hukum berkaitan dengan masalah kehutanan membutuhkan kebersamaan dengan rakyat.

"Kita ingin melibatkan kaum perempuan dalam program ini. Kalau menanam, sejatinya yang pas itu ya kaum perempuan. Kalau bapak yang beli bibit, ongkos tanam jadi rokok. Kalau ibu saya yakin bisa tumbuh bagus. Kita akan kerjasama dengan perempuan Aisyiyah yang punya jaringan luar biasa ke kampung atau desa untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan," katanya.

Salah satu programnya adalah penanaman pohon 1 miliar. Program ini tanpa dukungan ibu-ibu sangat mustahil. Dari APBN telah dianggarkan dana untuk 500 juta batang dalam bentuk Kebun Bibit Rakyat dan bantuan per kelompok Rp 50 juta.

"Kalau bulan Agustus disemai, Desember bisa tumbuh dan Januari bisa menanam. Ongkos penanaman Rp 1,3 juta per hektar. Lebih kurang anggaran penanaman sebesar Rp 3 triliun untuk tahun depan. Ada pinjaman jangka panjang untuk program penanaman kembali kawasan hutan," katanya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Siti Chamamah Soeratno menambahkan pihaknya mendukung program ini karena sesuai dengan program pemberdayaan masyarakat. Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Kita targetkan satu juta pohon bisa ditanam dan bisa membuat hijau bumiku, lestari alamku. Beberapa daerah seperti di Samarinda sudah dilakukan. Kita harus beri dukungan, tidak ada bumi yang tak bisa ditanami Aisyiyah. Kita harap bisa sukses lewat program Aisyiyah. Ini program besar yang butuh dukungan," papar Chamamah. (bgs/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads