Menurut Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho, gagasan ini guna mendukung semangat demokrasi. Jika nama yang diajukan Presiden hanya 1 orang saja, suka tidak suka, DPR terpaksa memilih nama itu.
"Yang masuk, harus lebih dari satu orang, dua minimal," ungkap Emerson usai diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penggondokan nama-nama calon Kapolri, menurut Emerson, harus, Kompolnas harus membuka seluas-luas akses kepada publik untuk memberi masukan. Hasil masukan masyarakat ini, nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemilihan nama yang segera diserahkan ke Presiden.
"Momentum ini bisa digunakan terbuka bagi kompolnas untuk membuka ruang bagi masyarakat," pungkasnya.
(mok/gah)











































