"Saya sudah mendaftar kemarin Jumat. Hari ini dapat bukti pendaftaran, tapi nama anak saya belum masuk di sekolah yang dituju," kata salah seorang orangtua pendaftar, Sari, kepada detikcom di SMAN 68 Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2010).
Sementara itu, orang tua pendaftar lainnya merasa panik karena nama anaknya tidak tercantum dalam semua pilihan sekolah yang dipilih. Perlu diketahui setiap mendaftar, calon siswa berhak memilih 5 sekolah pilihan yang ingin dimasuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang tua lainnya pun menimpali. "Ini kan masa depan anak kita. Kalau enggak tahu enggak tahu, siapa yang bertanggung jawab," tegas seorang ibu dengan menahan amarah.
Seorang panitia pendaftaran tidak berkutik menanggapi keluhan para orang tua. Belasan orang tua memilih tetap menunggu untuk mengetahui kejelasan status anaknya tersebut.
"Saya tidak bisa jawab. Program ini bukan kita yang bikin," kata petugas panitia pendaftaran itu.
Mendengar jawaban tersebut, orang tua lainnya kembali komplain.
"Ini siapa yang tanggung jawab?. Siapa yang mengurusi ini?," kata para orang tua.
"Ini semua di Diknas," jawab panitia tersebut.
Pendaftaran online ditutup pukul 15.00 WIB. Namun setengah jam menjelang ditutup semakin banyak orang tua pendaftar yang datang untuk memeriksa status pendaftaran anak mereka.
(nvc/aan)











































