Keluarga Ahli Waris Imbau Masyarakat Tidak Keramatkan Makam

Air Makam Keramat di Cikini

Keluarga Ahli Waris Imbau Masyarakat Tidak Keramatkan Makam

- detikNews
Sabtu, 03 Jul 2010 14:57 WIB
Keluarga Ahli Waris Imbau Masyarakat Tidak Keramatkan Makam
Jakarta - Ahli waris makam Al Habib Abdurahman bin Abdullah Al-Hasyi mengaku khawatir dengan sikap masyarakat yang berduyun-duyun mengambil air yang keluar dari sekitar makam. Keluarga pun mengimbau masyarakat agar tidak mengkultuskan fenomena alam menjadi makam keramat.

"Kita menganggap ini fenomena alam. Kita selalu meminta masyarakat untuk tidak mengkultuskan kejadian alam ini menjadi makam keramat," kata salah seorang yang mengaku ahli waris generasi keempat, Abdurrahman bin Muhdor, saat ditemui di lokasi makam, di Cikini Raya, Sabtu (3/7/2010).

Kekhawatiran itu bukan tanpa sebab, lanjut Muhdor, dia mendegar jika air yang muncul dari makam dapat menyembuhkan penyakit dan kegunaan magis lainnya. Ia khawatir hal tersebut dapat menimbulkan syirik kecil di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya ada orang minum obat dan ia sembuh. Dia percaya obat itu yang
menyembuhkannya, padahal bukan obat tapi Allah. Begitu juga air ini," katanya mencontohkan.

Muhdor memang mengaku pihaknya tidak berani melarang tegas masyarakat yang datang dan mengambil air. Muhdor khawatir larangan itu bisa menimbulkan konflik.

"Kita nggak berani melarang warga yang ambil air. Takutnya ada konflik. Sementara masyarakat yang penasaran terus berdatangan ingin tahu," ujarnya.

Namun, pihaknya tetap berupaya agar masyarakat tidak terjerumus kepada perbuatan yang dilarang agama. "Kita kasih tahu saja. Kita sediakan Al Quran sama Yasinan, biar mereka yang datang ngaji, setelah ngaji kita kasih tahu begini begini," tuturnya.

Langkah lainnya adalah dengan menutup sementara sumber yang mengeluarkan air. "Kita akan tutup sementara. Bertahap. Sambil nanti malam pelan-pelan bilang ke masyaralat lewat ceramah di sini," ujar Muhdor yang mengaku sebagai turunan generasi keempat. (ahy/gus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini