sampai saat ini tetap baik dan proporsional. Sikap Muhammadiyah terhadap
pemerintah adalah loyal kritis.
Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din
Syamsuddin saat memberikan pidato sambutan Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-46 dan peringatan Satu Abad Muhammadiyah di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (3/7/2010).
"Muhammadiyah siap kerjasama dengan pemerintah. Bahwa hubunganΒ Muhammadiyah dengan negara, pemerintah itu tetap baik dan proporsional," tegas Din.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap seperti itu adalah loyal dan kritis. Artinya kita tetap loyal pada pemerintah, dan loyalitas Muhammadiyah pada negara ini tidak diragukan," katanya.
Din mengatakan, hal itu juga pernah diungkapkan saat penutupan Muktamar
Muhammadiyah di Malang Tahun 2005 saat dihadapan Wapres Jusuf Kalla waktu itu. Menurut dia, sikap seperti ini merupakan sikap seorang sahabat sejati yakni mau melakukan koreksi. Bukanlah seperti sahabat yang basa-basi saja.
Dalam kesempatan itu, Din juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas
kesediaan membuka langsung dari Madinah Al Mukharomah melalui teleconference.
"Saya sudah jelaskan bahwa dengan penuh khusnudzon, Presiden punya hubungan
batin yang dekat, kita semua berkeyakinan, tidak mungkin ada pertentangan antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Ada hubungan yang saling menguntungkan," katanya.
Menurut dia, secara umur memang Muhammadiyah lebih tua dari negara. Umat tentu juga membutuhkan negara dan pemerintah. Muhammadiyah juga yakin pemerintah sangat membutuhkan Muhammadiyah. Walaupun berada pada dimensi ruang dan waktu yang berbeda namun berkeyakinan dimensi rohani dan batin tidak berjarak.
"Antara Muhammadiyah dan pemerintah punya tujuan sama untuk Indonesia yang adil, makmur, berdaulat dan sejahtera. Muhammadiyah yang lahir sebelum negara Indonesia ada, Muhammadiyah merasa turut berkiprah dalam kemerdekaan, kita punya andil," katanya.
(bgs/gus)











































