Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat memberikan pidato sambutan Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (3/7/2010).
"Masalah mendasar kita adalah masih adanya buta aksara moral atau moral literacy, itu lebih berbahaya daripada buta aksara huruf latin dan arab," kata Din.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita siap kerjasama dengan semua pihak dan Muhammadiyah siap bekerjasama dengan pemerintah," ungkapnya.
Dia mengatakan memasuki abad kedua, umat diajak bersatu padu memajukan bangsa dan negara. Kita
nyatakan tekad wujudkan second wave tajdid, gelombang kedua tajdid sesuai dengan semangat 'gerak melintasi zaman untuk peradaban utama'.
"Kita siapkan pernyataan pikiran abad kedua memuat refleksi, introspeksi Muhammadiyah, rumuskan agenda strategi dan nilai utama apa saja yang perlu tampil pada abad mendatang," katanya.
Dalam acara pembukaan tersebut dihadiri ratusan ribu penggembira muktamar yang memenuhi kawasan Stadion mandala kRida Yogyakarta. Tampak hadir dalam acara itu Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais dan Syafii Ma'arif, Ketua PP Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno, Gubernur DIY Sri Sultan hamengku Buwono X dan serta perwakilan negara sahabat peserta World Peace Forum. (bgs/gah)











































