"Ya tadi kita kasih klorin untuk mengecek air PAM atau air tanah. Dan hasilnya itu tidak berubah tetap bening. Kalo misalnya air PAM, setelah dikasih klorin itu akan berubah menjadi merah. Tapi ini tidak. Kemungkinan air tanah betul," kata Daily Worker Unit Pelayanan Palyja (UPP) Pusat, Econ (52).
Hal tersebut dikatakannya setelah menguji air sampel yang diambilnya dari lokasi semburan yang terletak lokasi galian makam Habib Abdurahman di Jl Kramat Lima, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun temuan ini, menurut Econ, masih bersifat sementara. Air sampel selanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk menjalani dianalisis lebih mendalam.
Hingga pukul 11.00 WIB, Econ dan kawannya masih di lokasi sedangkan warga yang hendak memanfaatkan air yang dipercaya berkhasiat itu masih silih berganti berdatangan. (gah/aan)










































