“Kami menduga semburan itu dari air milik kami (Palyja),” ujar Coorporate Comunication Head PT Palyja Meyrita Maryani saat dihubungi detikcom, Jumat (2/7/2010).
Menurut Meyrita petugas dari PT Palyja telah melakukan pengecekan di lokasi semburan air yang terletak lokasi galian makam Habib Abdurahman di Jl Kramat Lima, Cikini, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meyrita menjelaskan jika klorin adalah sejenis zat yang digunakan untuk membunuh bakteri yang ada dalam air, sehingga air bisa dikonsumsi secara aman.
Meski demikian, Meyrita belum berani memastikan jika air yang menjadi rebutan warga Cikini tersebut merupakan air milik Palyja.
“Karena sudah malam, tim tidak menggali sehingga belum seratus persen kita katakan itu air kita, karena harus digali dulu biar pasti,” tambahnya.
Meyrita mengakui jika di area lokasi galian makam memang ada pipa tersier milik PT Palyja yang menyuplai air untuk warga. “Karena disana ada pengerukan mungkin mengenai pipa sehingga bocor, tapi lebih pastinya kita menunggu besok untuk penggalian,” tutupnya.
(her/nwk)










































