“Pemerintah pusat harus memberikan sosialisasi agar tabung gas elpiji seharusnya diletakkan di dapur yang memiliki ventilasi udara sehingga bila terjadi kebocoran gas elpiji tidak terkonsentrasi di dapur tetapi dapat mengalir keluar,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria.
Hal ini ia sampaikan dalam diskusi berjudul ‘Membedah fenomena tabung gas elpiji’ di balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2010).
Menurut Sofyano, memberikan sosialisasi mutlak harus dilakukan oleh pemerintah dengan memanfaatkan semua media massa yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Jika perlu, pemerintah menyediakan cakram padat atau compact disc (CD) berisi materi sosialisasi yang dibagikan ke setiap RT agar dapat diteruskan ke setiap keluarga,” kata Sofyano
Selain itu, selang dan regulator baru harus segera dijual dengan harga pabrik untuk mengganti selang dan regulator yang telah kadaluarsa.
“Kalau dijual harga pabrik masyarakat bisa menjangkau, sehingga bisa meminimalisir adanya ledakkan akibat selang dan regulator yang sudah usang,” katanya.
(her/nrl)











































