"Betul. Salah satu santri yang lagi menuntut ilmu di sana, dia lagi tidur sama teman-temannya, tidurnya di dekat pintu, dia ditikam orang tak dikenal," ujar Direktur Perlindungan WNI Dan BHI Kemlu, Teguh Wardoyo, kepada detikcom, Jumat (2/7/2010).
Dikatakan Teguh, WNI tersebut bernama Arman, berusia sekitar 18 tahun dan berasal dari Tarakan, Kalimantan Timur. Pihak Kemlu telah memberitahu keluarga dan tengah berkoordinasi untuk mengatur kepulangan jenazah Arman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh menyatakan, pemerintah Indonesia turut berbela sungkawa atas insiden ini. Saat ini, lanjutnya, jenazah Arman disemayamkan di KJRI Songkhla, Thailand.
"Jenazah sudah disalatkan dan sekarang disemayamkan di KJRI Songkhla," jelasnya.
Seperti dikutip dari kantor berita Thailand MCOT, Kamis (1/7/2010), seorang WNI tewas ditikam di sebuah masjid di Sungei Kolok, dekat perbatasan sebelah selatan Thailand-Malaysia.
Dia ditikam di kepala dan dada dengan tujuh luka di saat dia dan 5 temannya tidur di sebuah kamar di daerah sekitar masjid, pada Kamis (1/7), pukul 02.00 waktu setempat.
Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Diduga si penyerang masuk ke dalam ruangan saat keadaan gelap gulita, menusuknya dan langsung melarikan diri. Polisi menduga Arman mungkin bertengkar dengan seseorang.
(nvc/nrl)










































