"Saya sebagai politisi Golkar bolehlah menghimbau, janganlah Andi Nurpati dimasukkan dalam pengurus," ujar anggota Komisi II DPR dari FPG Agun Gunanjar Sudarsa dalam acara dialektika demokrasi bertema 'Siapa Setelah Andi Nurpati' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/7/2010).
Agun menyampaikan bahwa masuknya Andi Nurpati ke dalam pengurus PD bisa menimbulkan persoalan baru. Apalagi PD selama ini intens mengkampanyekan diri dalam membangun citra sebagai partai yang santun. "Katanya partai santun. Andi kan banyak melakukan pelanggaran," terang Agun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agun sendiri menilai Andi Nurpati sudah melakukan pelanggaran fatal terhadap negara. "Ini subversif," tegasnya.
Pandangan senada juga disampaikan direktur Lima Indonesia Ray Rangkuti. Ray menilai PD bukanlah tempat bagi para pelanggar aturan. Jika PD tetap menerima Andi, maka KPU akan menjadi batu loncatan untuk politisi pemula.
"Untuk itu kita himbau PD memberi contoh baik dengan tidak menggunakan Andi Nurpati," sarannya.
(van/yid)











































